Kamus

Jumat, 20 Juli 2012

PERAWATAN CUCAK HIJAU MABUNG


Untuk burung cucak hijau, sangat jarang terjadi mabung total dan biasanya hanya nyulam atau ganti bulu secara bergantian. Namun jika terjadi burung mengalami masa nyulam dengan banyak bulu yang berjatuhan, maka perlu dilakukan treatmen mabung. Apa itu?
Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.

Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.

Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur (lihat misalnya penjelasan pada “Moulting in Bird” di situs vetafarm.com yang menjadi referensi utama untuk tulisan mengenai masalah mabung ini).

Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.
Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, Anda harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.

Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.

Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).

Penggangu tersebut antara lain:

Penyakit - Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.

Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).

Kimiawi –  penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.

Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya.
Apa yang perlu Anda lakukan agar burung dapat memiliki bulu baru sebaik mungkin?

Pertama-tama menyingkirkan segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan parasit lainnya.

Kedua, pastikan tidak satu pun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit penyakit, misalnya Polyoma.

Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang bagus bukan berarti pakan yang banyak, sebab terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan membuat burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.
Jika Anda telah melakukan semua hal di atas dan masih mengalami masalah dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter hewan khusus burung.
(Sumber: omkicau.com)

2 komentar:

  1. Salam kenal Om..
    Saya punya cucak ijo, tiap pagi saya selalu membersihkan kandang sebelum di gantang.
    Tiap bersihin kandang, itu hampir tiap hari selalu ada satu-tiga bulu halus yang jatuh (saya bersihkan)..
    Ijo saya tetep gacor spt tidak ada apa2 (pikir saya apa ini mabung tapi kok dikit2 gitu rontoknya)..
    Pertanyaan saya Om :
    - saya pernah diberitahu pedagang burung, kalo cucak ijo sifatnya selalu menjatuhkan bulu walau tidak mabung, apa memang begitu Om ?...
    - cucak ijo saya kalo diberi voor tidak menyentuhnya (makan) sedikitpun, akhirnya saya gak kasih voor, apa cukup hanya dng buah dan jangkrik yg saya kasih p/s 5-5 ?...bagaimana supaya ijo saya mau makan voor ?..
    Mohon pencerahannya Om..,sebelumnya saya ucapkan terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kemal juga buat om Jacky, maaf baru aktif lagi nih.
      Saya coba sharing dari pertanyaannya
      Pertama:
      Semua burung punya sifat menjatuhkan bulunya bukan cuma cucak ijo (singkat CI). Tetapi itu akan jadi masalah kalau terus2an, ada beberapa faktor yang membuatg CI kita rontok bulu selain karna mabung. Yaitu bisa karena stress, faktor makanan, faktor sangkar dan tempat gantangan. Nah disini om Jacky bisa telusuri sendiri apa penyebabnya, misalnya ketika dibersihkan kandangnya apakah CI grubuk2, atau tempat gantangannya mudah diganggu oleh binatang lain seperti tikus dll, pola makan tidak teratur atau gonta ganti jenis makanan atau CI kutuan.

      Kedua:
      "CI dikasih voer akan menurunkan qualitas dan volume kicauannya", itu biasanya yg dikatakan pedagang CI yg belum ngvoer, entah benar atau cuma mempromosikan CI nya yg blm ngevoer biar cepat laku. Nah apabila kita tinjau lg yang jelas kebanyakan CI yang juara sudah pada ngevoer. Bahkan voer sekarang sudah banyak dilengkapi dengan nutrisi yang dibutuhkan burung. Ok itu cuma selingan aja biar kita lebih jeli membeli burung.
      Kalo untuk CI rumahan jelas harus ngevoer om, buah2an dan serangga hanya sebagai extrafood (EF) saja bukan makanan pokoknya.
      Caranya ga terlalu sulit, sebenarnya sudah saya jelaskan di Blog saya tapi ga ada salahnya dijelaskan disini.

      Pertama2 biarkan CI lapar dulu tapi jgn terlalu lama nanti malah bikin CI stress, cukup 4 atau 6 jam ga dikasih makan, minum tetap hrs ada dicepuknya. Kemudian buah pisang dihaluskan sekitar 2/3 cepuk pakannya, setelah itu campurkan voer 1sdm saja dan diaduk.
      Terus saja dikasih pakan seperti itu dan perhari volume voer di tambah sedangkan pisang dikurangi. Akan tetapi setiap 6 jam harus diganti karena pakan tsb cepat basi. Biasanya setelah 3 hari CI kita sudah bisa ngevoer.

      Catatan: Bisa menambahkan 2 - 4 ekor jangkrik kemudian diaduk bersama pisang dan voer td. tetapi sebelunya jangkrij tsb dicelupkan dahulu ke dalam air panas biar mati.
      Untuk pemilihan voer tidak harus yg mahal, yang penting bisa mensupply vitamin, gizi dan nutrisi burung.




      Hapus